Program Latihan Ekstrakurikuler Atletik

A. Definisi Program Latihan
Program latihan terdiri dari dua kata yang memiliki pengertian berbeda. Dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia diartikan bahwa program adalah rencana atau acara. Latihan atau training menurut Harsono adalah proses yang sistematis dari berlatih atau bekerja, yang dilakukan secara berulang-ulang, dengan kian hari kian menambah jumlah beban latihan atau pekerjaannya.


Menurut Bompa dan Gregory Haff bahwa pusat teori latihan adalah gagasan bagai mana menyusun system latihan agar dapat menggabungkan hasil kegiatan latihan untuk mencapai fungsi fisiologi secara spesifik, psikologi, dan karakteristik penampilan olahraga secara individual. Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa maksud latihan adalah untuk meningkatkan keterampilan atlit dan kapasitas kerja dalam meningkatkan penampilan olahraga.
Dapat dijelaskan secara fisiologi dapat dijelaskan bahwa latihan merupakan proses yang sistematis dan berkesinambungan dengan memperhatikan prinsip dan metode latihan yang benar untuk meningkatkan peran dan fungsi organ-organ tubuh dalam melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien atau mampu menampilkan performa yang optimal saat bekerja.

B. Prinsip-Prinsip Latihan
Prinsip latihan dalam olahraga adalah fundamen dari teori dan metodologi latihan. Agar prestasi dapat meningkat, maka latihan yang dilakukan harus berpedoman pada teori serta prinsip latihan yang benar. Prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Pemanasan (Warm-Up) dan Pendinginan Tubuh (Warm-Down). Pemanasan dan pendinginan tubuh sangat penting dilakukan bukan hanya menghindari cerdera, akan tetapi bagai mana mempersiapkan fisik agar mampu melakukan fingsinya secara optimal saat dibutuhkan. Aktivitas warm up dapat dilakukan melalalui stretching, kalistenik dan pemanasan formal (gerakan-gerakan yang mengarah pada gerakan inti atau olahraga yang akan dilakukan). Pada prinsipnya pemanasan dimaksudkan untuk menaikan suhu badan dan otot dan pengaruhnya akan menaikan aliran darah dan menyediakan lebih banyak oksigen dalam otot, oleh karena itu dilakukan selama 15 - 30 menit dan dilakukan sebelum latihan formal atau pertandingan.
  2. Perkembangan Menyeluruh dan Spealisasi. Perkembangan meyeluruh (multilateral development) merupakan tujuan utama latihan bagi atlit pemula sebelum menuju gerak spealisasi. Banyak atlit berprestasi karena dibekali dengan kekayaan gerak yang mendukung gerakan dalam olahraga yang ia tekuni. Melalui pemberian kekayaan gerak maka atlit akan berkembang secara menyeluruh, baik daya tahan, kekuatan, kelincahan, dan lain-lainnya. Selain pembentukan gerak multi, atlit harus diberikan gerakan-gerakan spesifik sesuai dengan gerakan dalam cabang olah raga yang diitekuninya melalui latihan teknik gerakan maupun latihan biomotorik yang dibutuhkan dalam cabang olahraga tersebut.
  3. Individualisasi. Setiap manusia termasuk atlit memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda, oleh karena itu latihan yang diberikan harus sesuai dengan individu yang akan menjalaninya sekalipun tingkat prestasi mereka sama.
  4. Metode Latihan. Metode latihan yang dilakukan harus bervariatif sesuai tujuan latihan yang ingin dicapai. Latihan tidak hanya dilakukan melalui gerakan (motorik) saja akan tetapi dapat juga dilakukan dengan nir-motorik (tanpa gerakan) 7 misalnya dilakukan melalui visualisasi gambar atau film, dan lain-lain.
  5. Prinsip Beban Lebih. Prinsip beban lebih atau over load adalah prinsip latihan yang menekankan pada pembebanan yang semakin berat atau progresiv overload.8 Melalui penambahan beban, atlit akan berusaha agar dapat melakukan latihan yang diberikannya. Prinsip beban lebih ini berlaku intuk semua jenis latihan, baik fisik, teknik, taktik maupun strategi. Tanpa penambahan beban yang diberikan, seorang atlit berapapun lamanya, dan seringnya latihan, maka prestasinya tidak akan meningkat. Penambahan beban latihan dilakukan apabila atlit telah mampu melakukan latihan atau gerakan yang diberikan, pemberian ini menurut Bompa (1983) memakai system step type approach atau system tangga.
  6. Intensitas Latihan. Latihan yang dilksanakan hanya akan bertambah apabila diberikan dengan prinsip overload, progresif, repetisi, metode dan latihan yang berkesinambungan. Salah satu tolak ukur yang dijadikan patokan dalam latihan adalah Denyut Nadi Maksimal (DNM).
  7. Kualitas Latihan. Lebih penting dari intensitas dalam latihan adalah bagai mana membuat latihan memiliki kualitas sehingga apa yang dilakuakn atlit memiliki makna dan bermanfaat dalam meningkatkan performa.

C. Periodesasi Latihan
Periode sasi latihan merupakan dasar bagi rencana latihan atlit.10 Di dalam periode sasi disusun secara rinci tentang program latihan yang akan dilaksanakan. Menurut Morro, bahwa program latihan adalah suatu petunjuk atau pedoman yang mengikat secara tertulis berisi cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan masa mendatang yang telah ditetapkan. 11 Program latihan dapat disusun sesuai dengan tujuan, misalnya program latihan jangka pendek satu tahun (annual tranining plan), latihan jangka menengah (2-4 tahun) dan program latihan jangka panjang 5- 12 tahun).
Langkah-langkah penyusunan program latihan yang dapat dilakukan antara lain: menidentifikasi masalah (keunikan cabang olahraga, tujuan, sumber daya, kemungkinan hambatan, dll); penyusunan program latihan; penjabaran secara rinci program latihan; melaksanakan program latihan; serta melakukan evaluasi

D. Penyusunan Program Latihan
Program latihan untuk meningkatkan prestasi ekstrakurikuler atletik SMK Negeri 1 Manggis, Kabupaten Karangasem adalah adalah program satu tahun (annual training plan), hal ini disesuaikan dengan kegiatan tahun pelajaran.
Dalam annual training plan (rencana jangka pendek) ini terdiri dari:
  1. Program latihan tahunan (macro cycle)
  2. Program latihan bulanan (messo cycle)
  3. Programlatihan mingguan (micro cycle)
  4. Program latihan harian (myo cycle)
Selanjutnya programlatihan tahunan dibagi menjadi tiga tahap latihan atau periode, yaitu:
  1. Tahap persiapan
  2. Tahap pertandingan, dan
  3. Tahap transisi
Agar lebih jelas dan lengkap berikut program latihan Ekstrakurikuler Atletik pada Klub Atletik SMKN 1 Manggis tahun 2021.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Program Latihan Ekstrakurikuler Atletik "

Post a Comment